Menjaga Harapan
Kehidupan paling liar, dengan sangat gampang mengubah semua menjadi hal yang berkali-berkali diluar nalar. Protes-protes sinis tak sedikit terlontarkan entah kepada siapa yang harus mendengar, apalagi kepura-puraan aksi dengan berdalih kepedulian .dan kekecewaan membuatnya semakin tragis. Melarikan diri sejauh mungkin dari kenyataan, tapi sisa-sisa semangatpun direnggut paksa oleh kesulitan, semakin rumit membuatnya buntu dalam keterpurukan.
Berbelit, sementara musim dan waktu yang tetap
beranjak, mempertaruhkan semua yang sudah dibangun dengan apik dan manis,
sungguh malampun ikut berduka. Mimpi yang sudah sebesar pohon yang dirawat
berpuluh tahun, tumbang menjadi akar sempit yang tak ada lagi ruang untuk bernafas.
Bahkan tak seperti yang mereka katakan “kesukarakan hari ini cukuplah untuk
hari ini”, ini tidak berlaku, percayalah.
Hingga kegetiran yang tak kunjung redam, berdiam
diri bersama kegelapan hati.. Dunia memang penuh dengan tantangan,, dan begitu
gampangnya untuk mengambil jalan pintas.
Lantas, tak pernah lagi lautan pikiran yang luas dapat izin untuk berbuah
magis, dan ketika semua benar-benar gelap tak ada celah yang bisa dipercaya , memberanikan
untuk membuka mata, menyadari adanya titik terang , sudah dari awal, ternyata. Pelita
telah mencelikkan kebutaan membuatnya dapat terus bertahan hingga tak pernah
lagi padam harapannya.
Komentar
Posting Komentar